5 Mitos Diet Yang Ternyata Menggemukkan

Tahukah Anda bahwa strategi diet Anda mungkin tidak akan berhasil sama sekali? Di sini, lego mau sampaikan beberapa mitos diet yang sebenarnya mencegah Anda untu mencapai berat badan ideal yang Anda inginkan malah menjadikan Anda tambah gemuk.

Mitos 1: Mengurangi Makanan Berlemak Adalah Satu Alternatif Yang Sehat 
Lemak adalah salah satu hal yang membuat makanan terasa lebih enak. Ketika lemak dikeluarkan dari makanan, maka akan ada banyak juga rasa yang turut dikeluarkan. Justru itu, perasa tambahan seperti gula, bahan kimia dan thickeners sering ditambahkan untuk meningkatkan rasa dan tekstur makanan.

Namun, perasa tambahan ini lebih buruk untuk Anda dan kadang-kadang hanya menggemukkan seperti makanan penuh lemak. Kesimpulannya, Anda disarankan untuk memilih makanan yang segar atau Anda juga bisa membeli makanan yang memiliki lemak tetapi konsumsi secara pas dan ideal.

Mitos 2: Makan Jam 8 Malam Akan Menaikkan Berat Anda 
Ada beberapa fakta yang benar tentang mitos ini. Para ahli menyarankan tidak makan setelah pukul 8 malam karena penelitian menunjukkan bahwa Anda akan lebih cenderung untuk makan terlalu banyak dan mengambil banyak kalori ketika Anda makan lewat malam.

Mungkin kelelahan akan menyebabkan Anda makan terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang salah lantas menambahkan berat badan. Namun, itu bukan waktu konsumsi makanan yang membuat berat Anda naik, tetapi kalori ekstra! Jika Anda melebihi asupan kalori yang disarankan untuk sehari, sisa kalori yang tidak terbakar di dalam tubuh akan disimpan sebagai lemak.

Oleh sebab itu, selalu berhati-hati dengan asupan kalori Anda sepanjang hari. Ahli juga merekomendasikan untuk seorang wanita yang sehat, dia harus mengkonsumsi antara 1800-2000 kalori sehari.

Mitos 3: Soda Diet Membantu Mengurangi Berat Badan 
Kebanyakan soda diet memiliki kalori yang rendah dibandingkan soda biasa karena mereka tidak menggunakan gula seperti biasa. Masalahnya, bahwa itu adalah pemanis buatan, yang mana sering dan telah dikaitkan dengan kenaikan berat badan.

Mengapa? Penelitian menunjukkan bahwa pemanis buatan merangsang indera rasa agar merasa manis dalam kerongkongan dan perut. Untuk menghasilkan energi, pankreas harus mengeluarkan insulin, satu hormon yang penting untuk mengumpulkan lemak tubuh. Pada saat yang sama, bahan kimia yang dikirim ke otak untuk sinyal kekenyangan menjadi bingung apakah tubuh Anda sebenarnya menerima kalori atau tidak.

Karena tubuh Anda ditipu dengan pengganti gula, Anda akan mengidam lebih banyak makanan dan rentan untuk makan berlebihan supaya kenyang. Hasilnya? Anda akan merasa lapar dan kurang kenyang, sehingga justru menyebabkan pertambahan berat badan.

Sebenarnya, pemanis buatan 100 kali lebih manis dari gula alami dan ini sangat mengkhawatirkan karena makanan alami manis seperti buah-buahan, tidak terlihat manis untuk selera manis yang terlalu tinggi. Jadi, pilihlah alternatif yang lebih sehat, seperti segelas air lemon atau jeruk.

Mitos 4: Pasta Membuat Anda Gemuk 
Ini bukan salah pasta membuat Anda gemuk tetapi jumlah pasta yang Anda ambil. Jika Anda makan apa saja makanan terlalu banyak, dan tidak melakukan olahraga untuk membakarnya, tubuh Anda akan menyimpannya sebagai lemak.

Jadi, apakah roti atau pasta atau nasi, itu sebenarnya tentang jumlah dan kalori tambahan yang Anda ambil, bukan karbohidrat. Kendalikan konsumsi makanan Anda, itu kunci paling utama untuk meraih berat badan ideal.

Mitos 5: Lebih Banyak Kalori Anda Kurangi, Lebih Banyak Berat Anda Hilang 
Kekurangan terlalu banyak kalori dari diet Anda dapat membawa efek buruk pada pinggang Anda. Ini karena 3500 kalori setara dengan sekitar 1 pon lemak, jadi Anda perlu untuk mengurangi 3500 kalori dalam diet Anda setiap minggu untuk kehilangan 1 pound seminggu. Oleh sebab itu, Anda harus mengurangi 500 kalori sehari untuk kehilangan 1 pound seminggu.

Namun, membatasi badan dari makan untuk berdiet akan mengkondisikan tubuh Anda ke dalam mode kelaparan, yang mana mencegah tubuh Anda dari membakar lemak yang tidak diinginkan. Mekanisme ini akan membuat tubuh mengkonsumsi beberapa kalori dari lemak otot untuk memastikannya bekerja dengan baik. Lantas ini akan menyebabkan kehilangan kinerja otot yang mana akan melambatkan tingkat metabolisme sekaligus menghentikan penurunan berat badan.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk semua pembaca blog lego,
Salam Blogger.

Comments

Popular posts from this blog

Bosan Jadi Blogger

7 Cara Ampuh Memutihkan Gigi

5 Pelajaran Yang Perlu Diterapkan Blogger

Penerapan SEO Onpage Terbaru

Inilah Rahasia Diet Berdasarkan Jenis Darah

Seberapa Penting Blog Menurut Kamu?